PGP - Angkatan 1 - Kab. Banyumas
Galih Latiano - Aksi Nyata Paket Modul 3.3
PROGRAM AMALIYAH UBUDIYAH HARIAN
SISWA KELAS V
SD NEGERI 2 KALITAPEN
A. Latar Belakang
Program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalitapen merupakan program kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk siswa kelas V SD Negeri 2 Kalitapen dalam menjalankan segala bentuk ibadah kepada Allah SWT baik itu ibadah mahdah maupun ibadah ghairu mahdah baik ibadah wajib maupun sunah sehingga dapat membentuk kesadaran bagi siswa untuk menjalankan segala bentuk ibadah tersebut tanpa perlu adanya paksaan dan perintah dari orang lain.
Program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa ini terdiri dari beberapa kegiatan dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siswa diantaranya :
a. Pelaksanaan Ibadah Sholat 5 Waktu dan Sholat Jum’at
b. Pelaksanaan Ibadah Sholat Sunah (Tahajud, Witir dan Dhuha)
c. Implementasi doa-doa harian dalam kehidupan nyata
d. Tadarus Al-Qur’an
e. Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen
Dalam pelaksanaanya siswa dibekali dengan “Buku Amaliyah Harian” sebagai buku pedoman dalam menjalankan program sekaligus sebagai lembar pemantauan guru terhadap kegiatan siswa tersebut. Selain itu melalui Group WhatsApp Kelas V dan media Youtube siswa diminta untuk rutin mengisi kegiatan-kegiatan yang ada di dalam “Buku Amaliyah Harian”. Program ini dilaksanakan dari awal bulan Juni 2021 atau akhir tahun pelajaran 2020/2021 hingga siswa kelas V naik kelas kelas VI dan akan dilanjutkan selama satu semester di Tahun Pelajaran 2021/2022.
Sementara itu, latar belakang dari dibentuknya program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalitapen diantaranya adalah :
a. Situasi pandemi yang sudah hampir satu setengah tahun melanda berdampak besar salah satunya pada program pembiasaan di sekolah khususnya dalam kegiatan peningkatan iman dan taqwa sehingga perlu adanya inovasi kegiatan agar siswa bisa tetap bertanggungjawab terhadap kewajibannya masing-masing apalagi jika hubungannya dengan Sang Pencipta (hablumminallah/hubungan antara manusia dengan Allah)
b. Adanya kecenderungan siswa dalam beribadah masih sering bolong-bolong terutama ibadah sholat 5 waktu
c. Siswa sebagian besar sedari kecil hafal amalan doa-doa pendek sehari-hari akan tetapi karena jarang dipraktikan sehingga banyak hafalan tersebut yang akhirnya lupa.
d. Adanya kecenderungan siswa khususnya laki-laki ketika melaksanakan sholat Jumat berangkat menjelang iqomah dan tidak mendengarkan khotib ketika sedang khutbah sehingga makna ibadah sholat Jumat menjadi berkurang
e. Lemahnya pengawasan orangtua terhadap kegiatan siswa di rumah selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
f. Kurangnya integrasi antara pendidikan agama Islam di sekolah dengan pendidikan agama seperti Madrasah Diniyah dan TPQ di masyarakat
g. Mengurangi dampak negatif dari pemanfaatan sosial media yang kurang bertanggungjawab dengan mengalihkannya untuk mengaji.
B. Proses Berjalannya Program
Secara umum program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa dilaksanakan dengan alur sebagai berikut :
1. Proses Perencanaan Program
Dalam proses perencanaan memperhatikan beberapa hal yang harus disiapkan oleh guru sebagai acuan pelaksanaan program, diangtara :
a. Menganalisis kebutuhan siswa di sekolah dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa yang nantinya bisa diangkat sebagai program kegiatan yang berdampak pada siswa
b. Membuat Proposal Kegiatan “Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalitapen” yang nantinya akan diujakan kepada Kepala Sekolah
c. Membuat Buku Amaliyah Harian Siswa Kelas V sebagai panduan siswa dalam program kegiatan ini.
d. Koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait program yang akan dilaksanakan sembari meminta pertimbangan terkait hal-hal yang mungkin diperlukan.
e. Koordinasi dengan guru dan tenaga kependidikan di SD Negeri 2 Kalitapen terkait program yang akan dilaksanakan dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya serta menjelaskan keterlibatan guru-guru dalam kegiatan tersebut.
f. Sosialisasi kepada siswa kelas V terkait program yang akan dilaksanakan dan menjelaskan rincian kegiatan yang ada di dalamnya serta membagian Buku Amaliyah harian Siswa.
g. Koordinasi dengan orangtua siswa terkait program yang akan dilaksanakan agar orangtua bisa mendampingi siswa selama di rumah.
Gambar Sosialisasi Program Kepada Guru dan Siswa | |
2. Proses Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa Kelas V ini dilakukan secara daring atau tanpa bertatap muka secara langsung dengan siswa mengingat Pandemi Covid-19 yang semakin meluas di wilayah Kabupaten Banyumas sehingga komunikasi dengan siswa dilakukan menggunakan media WhatsApp dan media sosial lainnya. Hanya saja selama seminggu sekali siswa berangkat ke sekolah untuk menyerahkan Buku Amaliyah Harian Siswa yang telah diisi sembari guru mengecek dan menanyakan perkembangan siswa.
Gambar Penyerahan Buku Amaliyah Harian Kepada Siswa | |
Pelaksanaan Program ini sendiri meliputi 5 kegiatan dengan rincian sebagai berikut :
a. Pelaksanaan Ibadah Sholat 5 Waktu dan Sholat Jum’at
Pelaksanaan ibadah sholat 5 waktu dilaksanakan sebagaimana kewajiban muslim pada umumnya. Siswa dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sholat secara berjamaah baik di rumah maupun di masjid ataupun mushola sekitar. Khusus pada hari Jum’at siswa laki-laki melaksanakan ibadah sholat Jum’at di masjid dan mencatat isi materi khutbah Jum’at serta meminta paraf imam/khotib.
Kemudian Siswa mengisi Buku Amaliyah Harian secara jujur sesuai dengan panduan yang ada di dalamnya. Seminggu sekali orangtua menandatangi Buku Amaliyah tersebut dan memberikan nasihat kepada anaknya terutama bagi mereka yang masih bolong-bolong dalam sholatnya. Selanjutnya guru memberikan penguatan dan pemahaman tentang pentingnya kesadaran menjalankan ibadah sholat 5 waktu.
Gambar Praktik Sholat Fardlu Siswa di Rumah Selama PJJ | ||
b. Pelaksanaan Ibadah Sholat Sunah (Tahajud, Witir dan Dhuha)
Guru menjelaskan pentinganya sholat Sunah Tahajud dan Dhuha yang salah satunya adalah untuk membukakan pintu rezeki. Kemudian guru dan orangtua mendorong siswa untuk bisa melaksanakan ibadah Sunah ini di rumah. Selanjutnya siswa mengisi Buku Amaliyah Harian secara jujur sesuai dengan panduan yang ada di dalamnya.
Sebenarnya program ini jika dilaksanakan di sekolah bisa dilaksanakan pada pagi hari sebelum proses KBM guru bersama dengan siswa melaksanakan ibadah sholat Dhuha terlebih dahulu di mushola sekolah sembari guru bisa memberikan penguatan-penguatan awal sebelum proses KBM dimulai.
c. Implementasi doa-doa harian dalam kehidupan nyata.
Guru mengirimkan video hafalan doa-doa harian kepada siswa dan memberikan penguatan kepada siswa bahwa sebagi seorang muslim sebelum melakukan kegiatan hendaknya berdoa terlebih dahulu kepada Allah minimal memulai kegiatan dengan lafadz basmallah. Kemudian siswa mempraktikan doa-doa tersebut dalam kesehariannya.
Bagi siswa yang belum hafal doa-doa harian ini atau lupa diminta untuk menyalin doa-doa tersebut dan menempelkannya di tempat-tempat yang memungkinkan. Misalnya di speedometer motor siswa menempelkan doa ketika berkendara atau di pintu rumah siswa menempelkan doa keluar atau masuk ke dalam rumah. Dan di pintu kamar mandi siswa menempelkan doa masuk atau keluar kamar mandi. Tidak lupa, siswa tetap mengisi Buku Amaliyah Harian secara jujur sesuai dengan panduan yang ada di dalamnya.
d. Tadarus Al-Qur’an
Pelaksanaan kegiatan tadarus Al-Qur’an di masa pandemi ini diawali dengan guru berkoordinasi dengan orangtua siswa dan guru mengaji di TPQ yang ada di masyarakat untuk ikut mendampingi kegiatan tadarus siswa. Kemudian siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an dengan didampingi guru mengaji atau orangtua di rumah.
Dalam membaca siswa memperhatikan makhrajul huruf dan tajwidnya. Tiap akhir kegiatan, orangtua atau guru mengaji memberikan paraf tanda pelaksanaan tadarus. Tidak lupa, siswa mengisi Buku Amaliyah Harian secara jujur sesuai dengan panduan yang ada di dalamnya dan menyetorkan hafalan surat yang telah dibacanya kepada guru
Gambar Siswa Ketika Membaca Al-Qur’an di Rumah | |
e. Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen
Kegiatan ini diawali dengan guru berkordinasi dengan kepala sekolah dan guru lainnya yang akan mengisi kegiatan Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen secara online setiap minggunya. Selain itu, guru berkordinasi dengan Ustadz/Ustadzah yang nantinya juga akan mengisi kegiatan Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen secara online setiap minggunya. Kemudian guru membuat jadwal pemateri Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen.
Setelah itu, guru membuat video kajian untuk nantinya dishare di Youtube sekolah dan diakses oleh siswa. Siswa mengakses Video Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen melalui link yang telah dibagikan oleh guru kemudian mencatat isi kajian dan menjawab pertanyaan yang diberikan di akhir video melalui kolom komentar. Tidak lupa, siswa mengisi Buku Amaliyah Harian secara jujur sesuai dengan panduan yang ada di dalamnya.
Sebenarnya program ini jika dilaksanakan secara tatap muka akan dilaksanakan pada hari Jum’at tiap minggunya sebelum KBM dimulai dengan menghadirkan guru-guru mengaji dan TPQ serta bapak ibu guru sebagai pematerinya di halaman sekolah yang diikuti oleh semua siswa serta diawali dan diakhir dengan asmaul husna dan pembacaan doa.
3. Proses Evaluasi Program
Evaluasi program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa dilaksanakan dengan menganalisis hasil catatan siswa pada Buku Amaliyah Harian Siswa yang telah dibagikan guru sebelumnya. Guru mengubah catatan siswa dalam bentuk isian kegiatan ke dalam bentuk angka-angka yang menggambarkan keterlaksanaan kegiatan oleh siswa pada sehari-harinya.
Guru juga melakukan observasi/wawancara langsung kepada siswa setiap minggunya ketika siswa menyetorkan Buku Amaliyah Harian Siswa ke sekolah. Selai itu, guru melakukan survey langsung ke TPQ tempat siswa mengaji dan tadarus Al-Qur’an serta mengamati kegiatan di dalamnya
Gambar. Kegiatan Pengecekan Buku Amaliyah Harian Siswa | |
C. Hasil dan Dampak yang Diperoleh
Selama pelaksanaan program Amaliyah Ubudiyah Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalitapen diperoleh beberapa hasil, diantaranya :
a. Dari hasil catatan siswa di Buku Amaliyah Harian siswa dijadikan sebagai salah satu penilaian dalam Kompetensi Inti 1 tentang nilai Sikap Spiritual Siswa
b. Siswa menjadi lebih bertanggungjawab terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim terutama dalam menjalankan ibadah sholat 5 waktu sehingga tidak lagi melalaikan sholat
c. Siswa menjadi lebih rajin mengaji dan patuh kepada orangtua di rumah
d. Hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an menjadi lebih banyak sehingga dapat diamalkan dalam praktik sholat
e. Meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an siswa serta menambah perbendaharaan doa-doa harian
f. Meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan kajian Islam melalui kegiatan Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen
g. Menjalin kerjasama yang harmonis dengan orangtua siswa serta lingkunga TPQ di sekitar sekolah
D. Refleksi Program
1. Perasaan Ketika menjalankan program
Ketika menjalankan program ini saya merasa sedikit khawatir terutama karena program ini dilaksanakan di tengah-tengah proses Penilaian Akhir Tahun yang melibatkan semua guru dan siswa sehingga ada perasaan takut jikalau program yang sedang saya laksanakan bisa mengganggu kegiatan tersebut.
Namun setelah mengadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan dewan guru akhirnya ditemukan formula yang tepat yakni yang awalnya semua guru pada minggu kedua akan diambil video untuk kegiatan Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen maka diundur setelah kegiatan pemmbagian rapot dan untuk 3 minggu pertama Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen diisi oleh guru PAI terlebih dahulu.
Kemudian karena program ini dilaksanakan di rumah ada perasaan khawatir jika siswa tidak jujur dalam mengisi Buku Amaliyah Harian yang telah dibagikan. Akan tetapi setelah komunikasi dengan orangtua dan guru mengaji di TPQ maka hal tesbebut bisa diatasi, ditambah setiap minggunya siswa ke sekolah untuk menyetorkan Buku tersebut dimana saya bisa sambil menanyakan kegiatan siswa selama di rumah, tentunya kegiatan ini tetap memperhatikan rotokol kesehatan.
Ada perasaan tertantang untuk merubah mind set siswa dimana rata-rata siswa perempuan lebih rajin, entah itu dalam hal mengaji, sholat, maupun ibadah lainnya dibandingkan dengan siswa laki-laki. Padahal ketika seseorang harus menjadi imam dalam sholat ataupun kelak ketika berumah tangga, laki-lakilah yang harus bisa memimpin. Oleh karena itu, saya merasa ada kewajiban siswa laki-laki harus lebih rajin lagi atau minimal sama dengan siswa perempuan.
2. Perasaan Setelah Menjalankan Program
Ada perasaan senang dan bangga kepada siswa-siswa yang menjalankan program program karena ternyata walaupun dalam keterbatasan di masa pandemi dan keterbatasan akses internet, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan. Siswa berlomba-lomba untuk mengejar setoran hafalan suratan di dalam Al-Qur’an, yang dimana hal ini sejalan dengan moto fastabiqulkhoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Kemudian melihat perkembangan siswa dalam hal pelaksanaan ibadah sehari-hari membuat saya semakin yakin bahwa sebenarnya setiap orang dilahirkan dalam keadaan suci, bersih seperti kertas putih yang belum dicoret-coret. Maka coretan seperti apa yang akan menentukan kertas tersebut. Jika coretan tersebut adalah berupa kebaikan maka akan membentuk karakter baik pada siswa dan sebaliknya jika buruk maka akan membentuk karakter buruk bagi siswa. Maka pendidikan hadir salah satunya untuk memberikan kemampuan pada siswa untuk memberikan coretan-coretan baik pada diri siswa.
Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Muhammad SAW, “Alaa wa inna fil jasadi mudghah, idza shalahat, shalahat jasadu kulluh. Wa idza fasadat, fasadal jasadu kulluh. Alaa wa hiyal qalb”. Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk maka buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah dia itu adalah hati.
3. Pembelajaran Yang Didapat Dalam Menjalankan Program
Dalam pelaksanaan Program Amaliyah Ubudiyah Harian Siswa ini saya merasakan beberapa kegagalan dan keberhasilan yang dicapai selama proses berlangsungnya program kegiatan yang membuat saya belajar banyak hal, diantaranya :
a. Belajar Dari Kegagalan
Salah satu tujuan dari program ini adalah menumbuhkan kesadaran siswa dalam melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu secara tepat waktu. Namun dilihat dari catatan Buku Amaliyah Harian Siswa dapat dilihat bahwa sebagian besar siswa memang sudah tidak lagi lalai dalam sholatnya namun masih banyak yang sengaja menunda-nunda waktu sholat. Hal tersebut terlihat ketika proses observasi selama pengumpulan Buku. Hal ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi guru, orangtua dan siswa itu sendiri bahwa ketika kita menunda-nunda suatu pekerjaan apalagi jika hal tersebut ada suatu kewajiban kepada Sang Pencipta akan mengakibatkan tertundanya pekerjaan-pekerjaan yang lain.
Kemudian kesadaran untuk melaksanakan sholat berjamaah baik itu di masjid, mushola ataupun dirumah masing-masing juga masih rendah. Setidaknya di masa pandemi, siswa masih bisa melaksanakan sholat jamaah di rumah karena bukan hanya bahwa sholat jamaah itu pahalanya 27 kali lipat dari sholat munfarid, namun dengan berjamaah akan menciptakan suasana di rumah yang saling bercengkerama langsung antar satu anggota dengan anggota yang lain. Sehingga komunikasi di rumah bisa berjalan secara langsung dan tidak tergantika dengan gadget.
b. Belajar Dari Keberhasilan
Jika dilihat dari catatan siswa di Buku Amaliyah Harian terlihat siswa laki-laki rutin menunaikan ibadah Sholat Jum’at dan menuliskan resume dari khutbah Jum’at. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuannya agar siswa setidaknya datang ke masjid ketika sholat Jum’at lebih awal sebelum kumandang adzan untuk mendengarkan khutbah jumat dengan khusuk dan melaksanakan sholat sunnah terlebih dahulu karena ini akan mengajarkan kepada siswa bahwa kewajiban sholat Jum’at bukan hanya ketika praktik sholatnya saja namun dari awal khutbah.
Kemudian dari kegiatan Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen saya belajar bahwa ternyata setiap guru di SD Negeri 2 Kalitapen memiliki kemampuan menjadi seorang penceramah. Ketika masih ada rasa kurang percaya diri tampil di depan layar kamera maka Kajian rutin bisa dalam bentuk rekaman audio. Dari kegiatan ini siswa juga diajarkan untuk bisa bangun pagi di saat Subuh sehingga harapannya ke depan siswa tidak terburu-buru ketika harus berangkat sekolah.
Saya juga belajar bahwa menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekolah dan masyarakat akan membuka solusi ketika kita menghadapi permasalahan. Contohnya ketika awalnya pengisian Ahad Pagi hanya oleh guru PAI tapi setelah berkomunikasi dengan kepala sekolah malah bisa berkembang ke arah guru-guru di SD Negeri 2 Kalitapen dan Ustadz-Ustadzah di TPQ sekitar sekolah.
E. Rencana Perbaikan Ke Depan
Rencana perbaikan program ini mencakup 5 kegiatan yang ada di dalamnya yaitu :
1. Pelaksanaan Ibadah Sholat 5 Waktu
Sebagai rencana perbaikan ke depan akan diadakan pelatihan menjadi imam terutama bagi siswa kelas 5 dan 6 serta setidaknya setiap siswa akan mendapat giliran menjadi muadzin 2 kali dalam satu tahun sehingga setiap siswa bisa menjadi imam baik di sekolah maupun di rumah serta guru bisa melihat bibit-bibit siswa yang akan mengikuti Lomba MAPSI (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni) yang setiap tahun pasti diadakan.
2. Pelaksanaan Ibadah Sholat Sunah (Tahajud, Witir dan Dhuha)
Untuk rencana perbaikan apabila sudah bisa tatap muka maka akan diadakan program SODA SODUR (Sholat Dhuha dan Sholat Dzuhur) berjamaah terutama untuk kelas 6 tiap pagi sebelum KBM dimulai diawali dengan sholat Dhuha berjamaah.
3. Implementasi doa-doa harian dalam kehidupan nyata.
Menempelkan poster-poster bacaan doa-doa harian di sekolah sehingga nantinya siswa melihat dan mempraktikan dalam proses KBM di sekolah
4. Tadarus Al-Qur’an
Diadakan kegiatan 15 menit sebelum KBM dimulai dengan membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dan mempererat hubungan denga TPQ sekitar.
5. Ngaji Ahad Pagi Bersama Esdupen
Sebagai rencana ke depan akan diadakan kegiatan Jumat Mengaji di sekolah dengan mengundang Ustadz Faturrahman selaku Ustadz di TPQ dan Ketua Komite SD Negeri 2 Kalitapen untuk mengisinya secara bergiliran dengan guru di SD Negeri 2 Kalitapen.
Lampiran Foto dan Video Lainnya bisa diakses melalui link di bawah ini










